Categories
Jaga Badan & Pikiran Pola Pikir Tentang Orang

Capai Akal Budi

Saya gak pernah suka olahraga lari. Apalagi yang di sirkuit. Bosan dan kerasa capeknya gitu. Tapi, jadinya di setiap helaan nafas berasa jadi jauh lebih dekat dengan Sang Pencipta karena seringkali terlintas pertanyaan “apakah Engkau akan memanggil hamba di putaran ketiga?”

Senegatif itu deh pikirannya. Padahal mah kalau sofbol rasanya seharian juga kuat. Nah, kalau disuruh lari tapi gak ada yang dikejar tuh rasanya…pengen ngejar orang yang nyuruh saya lari sih.

Namun, semuanya berubah pada sebulan terakhir ini. Saya melihat olahraga lari dari sisi yang berbeda. Gak cuma meningkatkan kebugaran jasmani, tapi juga meningkatkan akal budi. Dan semuanya gara-gara Pak Budi.

Categories
Jaga Badan & Pikiran

Selepas Mandi Sore

Saat saya menulis tulisan ini, saya sudah dalam keadaan segar karena baru saja mandi sore. Namun, mandi sore hari ini bukan mandi sore biasa. Mengapa? Karena pada mandi sore hari ini, saya sikat gigi sore! Gila banget gak tuh? Ini berarti saya memiliki secercah tekad untuk tidak makan yang nggak perlu dimakan. Kertas, misalnya. Keteguhan hati saya untuk tidak makan setelah gosok gigi itu meningkat tajam sekali, bagai kurva exponensial. Gila gak tuh! Pakai kata kurva eksponensial! Padahal sih di-googling dulu, bener atau engga. Ya, tapi kan namanya juga usaha, supaya lebih berkualitas dikit, soalnya pakai kata-kata yang terlihat sulit.

Categories
Jaga Badan & Pikiran

Idulfitri 1434 H, Nih!

Kawan-kawan, selamat ya, atas kemenangannya yang (mungkin) telah kita raih! Sudah lebaran bro, bro!

Menjelang lebaran sambil liburan, tidak banyak yang saya lakukan. Kurang variatif, tapi tetep seru. Nonton film, misalnya. Wih, memperluas cakrawala imajinasi kan? Sampai terkoyak-koyak! Ah, tidak kuat! Film keren yang benar-benar saya referensikan untuk ditonton itu Red dan Red 2. Red yang pertama itu dirilisnya 2010 dan Red 2 dirilisnya tahun ini. Film aksi yang sarat dengan komedi! Gak ketebak dari posternya, dikirain film action serius. Sumpah-sumpah, harus nonton banget. Bruce Willis, loh! Kharismanya, sampai tumpeh-tumpeh.

Categories
Jaga Badan & Pikiran

Istirahat

tedoti

Hai.

Sekarang ini masanya liburan. Hingga nanti mulai masuk kuliah lagi tanggal 26 Agustus yang jatuh pada hari Selasa. Pilihan hari yang bagus, lumayan. Semua hari nampak sama, sebenarnya. Eh, kecuali Sabtu dan Minggu, deng. Mereka beda!

Kenapa tidak saya hapus saja kalimat yang tidak terlihat konsisten tadi? Malah saya ralat dengan kata “eh” dan diakhiri “deng”. Ya, memang ini jalur pikiran saya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Atau mungkin sengaja diperlihatkan.

Hari-hari awal liburan agak bingung saya isi dengan apa. Untung saja ada tawaran berbuka bersama. Untung saja ada proyek design kaos milik teman SD saya. Untung saja Sabtu nanti saya diajak untuk ikut bermain slopitch walaupun saya jarang latihan.

Baru-baru ini saya diterima dalam divisi Corporate Communication KMSBM. Divisi yang sesuai dengan minat saya akhir-akhir ini, mengoprek Photoshop, Pages, Keynote, dan beberapa aplikasi lainnya, dalam rangka berkreativitas membuat desain. Desain apa pun! Seringnya sih poster, tapi mau desain yang lain-lain juga hayuk. Berkat masuk divisi ini, saya bisa mengisi hari-hari liburan saya dengan kegiatan yang lebih berstruktur dan dapat dihitung progressnya. Tidak stagnan, nonton DVD dan baca komik saja, sambil tambah keahlian! Sejauh ini saya dapet tugas design layout paper para calon ketua kader. Asyiknya, bisa baca papernya duluan daripada yang lain. Sebenernya biasa aja sih, nggak asyik-asyik amat. Soalnya walau pun udah baca duluan, kayaknya saya voting belakangan. Bingung sih.

Lalu, yang asyik lagi, dapet tugas bikin kartu lebaran! Nanti disebar di sosial media. Kapan lagi coba “menginfeksi” email civitas SBM, tanpa ketahuan siapa yang bikin soalnya pake email KMSBM? Supaya isi email civitas-nya nggak dari bapak yang itu lagi, yang itu lagi. Pernah suatu kali isi email civitas itu tentang keingintahuan seorang bapak dosen terhadap status dua dosen lain, apakah mereka resmi menikah atau tidak. Plis deh.

Nah, yang masih PR adalah bikin template Birthday Blast. Setiap orang kan pasti inginnya ucapan yang personal, berarti layout yang personal. Tapi, yakali. Jadi, hm, rencananya mungkin bisa dibedain warna untuk jenis kelamin yang berbeda. Eh, tapi buat yang bingung sama jenis kelaminnya sendiri, gimana ya? Atau bedain per bulan? Nanti kalau ada bulan yang desainnya jelek, kasihan. Tapi hasil desain Dhila nggak ada yang jelek sih. Kata papa dan mama.

Entah kenapa, sekarang setiap mau pilih DVD untuk ditonton atau buku untuk dibaca, selalu mikir dua kali. Dulu rasanya pola pikir saya lebih sederhana. Yang penting senang. Namun, sekarang bukan begitu aturan mainnya. Baru satu tahun nih, berubahnya banyak sekali. Penasaran rasanya, dua tahun lagi setelah lulus saya akan jadi orang yang seperti apa. Mungkin sekarang ini saya sepenasaran Kak Ria Enes yang nanyain terus “Susan, Susan, kalau udah gede, mau jadi apa?”

Sekarang ini masanya liburan. Pakai istirahat semaksimal mungkin, untuk nanti mulai lagi membangun masa depan. Mari, istirahat! (sebenernya paragraf ini supaya bikin postingannya nyambung sama judulnya aja sih, maksa ya)

Categories
Jaga Badan & Pikiran

Kamar Dhila Versi 2.0

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mari ucapkan hamdalah bersama-sama, “alhamdulillah, ya, Allah, ya, Rasulullah!” Puji dan syukur saya panjatkan pada-Nya karena atas berkat dan rahmat-Nya lah saya bisa menempati kamar saya yang baru. Kamar Dhila versi 2.0. Tidak ada perayaan yang khusus untuk merayakan selesainya renovasi kamar ini, kecuali hanya peluncuran dua ratus kembang api roket ke angkasa dan konser keroncong dangdut diiringi Tarling, gitar dan suling, di kecamatan saya.

Selain atas rahmat-Nya—dan uang dari Papa yang setiap hari bekerja keras—kamar saya juga tidak akan selesai tanpa campur tangan dua orang di atas ini. Bukan di atas saya, ya, di foto yang berada sebelum paragraf ini.

Di foto tersebut ada tukang kayu yang hebat bernama Pak Utom. Jasa beliau dalam membuat semua perabotan kamar sungguh tak ternilai. Kamar yang telah terisi perabotan yang matching warnanya antara satu dan lainnya, telah mengembalikan semangat hidup saya untuk betah tinggal di kamar mulai membara lagi. Nah, Pak Utom tidak sendiri dalam mengerjakan perabotan kamar. Beliau mengerahkan salah satu dari dua anak tercintanya. Dua anak yang telah diwarisi DNA seorang tukang kayu ulung. Semua orang punya jalannya masing-masing memang. Sudah jadi jalan suratan saya untuk dipertemukan dengan Pak Utom and Sons. Terima kasih, Pak Utom and Sons.

Eh, tapi karena tadi saya ceritain Pak Utom and Sons jangan malah kepikiran yang disamping Pak Utom itu adalah anaknya, ya. Itu kan Aa, yang telah diceritakan dalam dua post sebelum ini. Lagian aneh juga, kali masa Pak Utomnya kecil dan imut tapi anaknya besar dan kekar. Perbedaan warna kulit juga udah cukup sih untuk menjelaskan semuanya.

Dengan selesainya kamar saya ini, berarti berakhir pula masa “panas-panasan dalam mobil kijang kotak Aki (baca: kakek)”. Kebayang ga sih, siang-siang jam 1, saat bulan puasa, naik mobil bareng Aa nyari keperluan kayak cat, lantai vinyl, pegangan laci, stop kontak, dll. Sauna dalam mobil ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi beberapa kali. Soalnya belinya nyicil. Beginilah hidup, serba dicicil daripada tidak sama sekali.

Lihat lantai di atas? Itu bahannya bukan kayu, tapi vinyl. Bahan vinyl ini lebih mudah dibersihkan dan awet. Nggak terlalu ribet kayak lantai parquet. Tahan air walaupun tak tahan api. Begitu juga manusia. Disundut sedikit saja, bisa berkobar sejadi-jadinya.

Kamar Dhila berwarna ungu bukan berarti bahwa cita-citaku ingin menjadi janda karena menikah saja belum. Hehe. Warna ungu itu mencerminkan kreativitas, ketenangan, mewah, agung, dan artistik. Konon, warna ungu ini membuat kita merasa nyaman deh. Kan anak kuliahan tuh pasti bakal stres (sotoy), jadi butuh  rasa nyaman agar hati ini tentram walau tak ada yang mampu menenangkan.

Cat yang dipakai untuk memoles kamar Dhila itu mereknya Kemtone. Siapa tau ada yang berminat.

Lucu, kan wallpapernya? Iya dong. Makanya, mari ketawa untuk merayakan kelucuan dari wallpaper ini. Ga usah nonton Stand Up Comedy dulu. HAHAHA.

Mungkin ada yang bertanya-tanya apa, sih, fungsi papan yang dilapisi wallpaper itu? Kenapa wallpapernya ga langsung ke dinding aja? Nah, fungsi papan ini ada banyak. Selain supaya lucu, hahaha, berfungsi buat nyembunyiin kabel juga. Ada kabel buat ke dua lampu sorot (letaknya di rak pertama), kabel buat ke lampu neon (letaknya ada di rak paling atas, sejajar speaker), stop kontak, saklar, dan kabel buat ke speaker. Kelihatan rapi, gitu kan makanya! Iya dong, kalo minumnya? Jawab sendiri. Pertanyaan retorik.

Liat kotak biru di ujung kiri rak? Kotak itu berisi kenanganku semasa kecil dulu. Mau tau? Mau tau? Nanti deh diceritain. Kalau lagi mood, ya. Di rak pertama ini juga ada beberapa buku yang disusun bukan? Maksud saya menaruhnya di atas sana itu artinya buku yang sedang saya usahakan untuk dihabiskan. Dibaca sampai habis. Dimengerti dan diresapi.

Dari sekian banyak CD, yang paling sering diputar itu CD Romantic Piano dan Greatest Hits: Mozart. Gaul abis kan. Kebiasaan dengerin musik klasik di Inten sih—wets, iya gue anak gaul Inten.

Perhatikan meja belajar tempat saya memposisikan laptop saya. Itu bisa dilipat loh! Diangkat ke atas, jadi ada dua papan yang buat nempel notes gitu. Kayak papan pengumuman, istilahnya. Bisa milih, mau mejanya pake yang pendek (di foto, meja yang pendeknya itu lagi jadi sandaran buat yang meja tinggi), atau mau pake yang tinggi (kayak di foto). Istimewanya, kalau kita pake yang pendek, kita bisa membuka lantai dibawahnya itu untuk digunakan supaya kaki ga usah duduk bersila tapi diselonjorkan ke bawah. Konsepnya mirip seperti meja tatami di Jepang tapi yang dibawahnya ada lubang untuk kaki.

Dock iPod yang saya gunakan ini, bisa disebut DVD Micro Hifi System. Siapa tau ada yang berminat buat nyari juga. Serbaguna banget deh, bisa buat deck iPod, radio, DVD, CD, dan alarm juga.

Wow, ada meja rias juga. Anak kuliahan harus memperhatikan penampilan ternyata. Bukan itu aja sih, kita memang harus sering bercermin untuk memberikan sugesti positif. Tujuan intinya dalam bercermin itu bukan untuk nyari jerawat baru terus dipencet, ya. Buat benerin wajah kalau-kalau ada yang mencong sebelah. Gak deng.

Si ganteng dan lucu, Faiz Muhammad.

Sebenernya isi post ini belum lengkap. Nanti disambung lagi. Belum cerita pintu geser, belum ada foto tempat rahasia buat kaki selonjoran kalo lagi make meja pendek, dan, oh, belum cerita kalau kamar saya ini berbentuk panggung, lantainya ditinggin gitu pake rangka kayu, baru ada fotonya aja kan tuh yang ada foto kaki, dan kayu-kayu itu loh. Maka dari itu, untuk sementara, saya sudahi dulu post ini. Semoga bermanfaat.

Wassalam.

P.S. Oh, iya kalau ada yang berminat rombak kamar juga, bisa kontak saya, ya. Bisa didesign sesuai keinginan deh. Percayakan pada ahlinya.

Categories
Jaga Badan & Pikiran

E-Mail dari Papa

Enam kebiasaan orang indonesia yg ternyata salah secara medis ( ilmu pengobatan modern ):

1. MEMAKAI PAKAIAN TEBAL / SELIMUT KETIKA DEMAM. Fakta : Pakaian tebal/selimut akan menaikan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang, disarankan untuk mengenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.

2. KALAU DEMAM TIDAK BOLEH MANDI. Fakta : Dengan mandi ketika demam dapat menurutkan suhu tubuh yang sedang meningkat. Tetapi, kalau demam disertai dengan rasa menggigil, mandi dengan air hangat akan lebih baik atau kompres dengan air hangat.

3. MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK. Fakta : Hal ini tidak benar. Kalau kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan memerlukan mandi untuk kebersihan, tidak ada masalah meskipun mandi malam hari. Tetapi pada penderita rematik, dianjurkan mandi dengan air hangat.

4. PENDERITA CACAR AIR ATAU CAMPAK TIDAK BOLEH MANDI. Fakta : Hal ini malah bertentangan dengan prinsip medis, dimana pada penderita penyakit cacar air atau campak dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru harus menjaga kebersihan kulit dengan mandi lebih sering agar perluasan penyakit dapat di cegah, disamping menggunakan obat.

5. ANGIN DUDUK HARUS DIKEROK ATAU DI PIJAT. Fakta : Apabila menderita angin duduk, jangan dipijat atau di kerok. Kejadian orang yang meninggal ketika dipijat, menunjukan berapa penanganan yang salah dapat berakibat fatal. Hal ini yang harus dilakukan adalah: pemberian oksigen dan obat serta tindakan diagnosis khusus. Ini mungkin merupakan gejala awal serangan jantung berat akibat sumbatan darah keseluruh tubuh.

6. MASUK ANGIN HARUS DIKEROK. Fakta : Kerokan ternyata bukan pertanda anginnya keluar, melainkan pecahnya pembuluh kapiler tapi yang berada dikulit. Tidak mengherankan, jika beberapa waktu setelah kerokan, gejala-gejala masuk angin akan kembali terjadi

***

Tuh kaan berarti mandi malem tuh ya bagus-bagus aja ga bikin rematik. Hidup mandi!

Categories
Jaga Badan & Pikiran

Tempat Penting Bagi Saya Akhir Akhir Ini

DSC04915Gambar: Klinik Dokter Bana, Jalan Moch. Toha

Categories
Jaga Badan & Pikiran

Satu Tusukan Jarum Akupuntur Setelah Kurang Lebih 3 Jam

3 Juli 2009

Hari Rabu kemarin saya diakupuntur lo!

Padahal harusnya hari Selasa juga bisa diakupuntur, tapi karena setelah nyampe ke tempatnya nyali saya ciut, dan bilang nanti saja karena ngga bawa hasil rontgent dan beribu macam alasan, maka ditundalah pengobatan akupunturnya dan datang lagi keesokan harinya.

Saya berobat akupuntur di Jalan Moch. Toha, kurang lebih 100 m dari PT. Inti, tepat di depan Honda Amarta. Nama dokternya, Dokter Bana. Dokter Bana memakai kacamata. Ruang tunggunya di buka mulai dari jam 14.oo, nah jam segitu orang biasanya udah pada dateng, menomori diri sendiri urutan mereka datang untuk didaftarkan jam 15.30 atau 16.00, ada dua jenis antrian, satu antrian Akupuntur/Tusuk Jarum dan satu lagi Suntik/Periksa. Oh iya, akupuntur ini juga bisa untuk kecantikan, juga menurunkan berat badan.

Jadi, hari Rabu setelah selesai latihan dan pergi ke sekolah untuk cap tiga jari, saya balik lagi ke Lodaya. Lalu dari sana saya bersama Aa, pelatih softball, pergi menuju Moch. Toha menggunakan angkot. Asalnya mau naik bis jurusan Dipatiukur-Jatinangor dari depan Hotel Horison, tapi karena bisnya tak kunjung datang, jadinya naik angkot.

Sampainya di sana, ditanyain ibu ibu yang merupakan pasien Dokter Bana juga dan sepertinya sudah rutin datang ke klinik itu dan sepertinya juga bagi beliau klinik Dokter Bana merupakan rumah ketiga beliau setelah sekolah yang kata bapak kepala sekolah bahwa sekolah adalah rumah kedua, menomori kami di urutan ke 8. Lalu kami pamit sebentar, mau makan dulu, jadi nomernya ga disabet orang lain.

Kami makan di dekat PT. Inti, depan Lapangan Tegallega. Aa makan pepes ayam, 2 teh botol dan 1 es jeruk, saya makan ayam goreng dan 1 teh botol. Setelah selesai makan, saya mendapatkan satu pengalaman baru, bahwa rasa pepes ayam itu hampir sama atau memang sama rasanya sama pepes ikan. Ternyata di mana-mana rasa makanan yang di pepes itu hampir serupa, hanya beda tekstur dari apa pepes itu dibuat. Pepes harus dibungkus daun pisang, dan pepes warnanya kuning, sekuning warna partai Golkar.

Selesai makan, balik lagi ke klinik. Dan ternyata di ruang tunggu sudah penuh dengan orang. Jadinya nunggu di luar. Saat itu pukul 15.00 kalau tidak salah. Setengah jam kemudian di data urutan nomernya, 5 orang dipanggil ke dalam, dan kami pun bisa duduk di ruang tunggu, menganggu para lansia yang ingin berobat, menghancurkan pintu dan menyiram ruangan tunggu dengan air yang bersumber tidak dari Gunung Salak, tapi dari kamar mandi. Tapi boong.

Melalui detik demi detik dengan perasaan gelisah tak menentu, memikirkan berapa banyak tusukan jarum yang akan mendarat di pinggang dan punggung saya. Mana Aa nakut-nakutin lagi bilang kalo jarumnya itu dilempar terus kena pipi, kalo ketawa bisa bisa masuk ke mulut.

Lalu, sekitar pukul 17.oo, nama saya dipanggil. Masuk ke ruangan. Ruangan itu di sekat sekat ada 5 sekat. Aa ngasih hasil rontgent ke dokternya dan kemudian 3 lembar rontgent itu dilihat dengan cepat, lebih cepat dari nenek nenek lari dari Sabang sampai Merauke. Dan analisisnya sama, otot pinggang sebelah kiri itu tegang sampai narik tulangnya, jadi tulangnya itu kurang bengkok ke arah yang seharusnya.

Akhirnya,

CLEP!

Satu tusukan jarum akupuntur sepanjang 10 cm mendarat di pinggang saya. Rasanya linu. Mana jarumnya diputer-puter lagi, jadi lambah linu. Dan setelah dicabut, selesai. Pengobatan akupuntur udah selesai. Dokter itu memberi resep, juga satu kertas bergambar orang yang berisi langkah-langkah senam punggung.

Udah gitu, naik bis Jatinangor-Dipatiukur deh. Turun di dipatiukur, naik angkot riung-dago terus beli susu murni sama nasi goreng soalnya Aa udah janji mau beliin pas tadi di akupuntur.

Oh iya, final season hari Minggu. Tim saya, Rusa Hitam B, melawan Gorgeous. Doakan biar sembuh ya pinggangnya terus menang tandingnya!

DSC04837 Ruang Tunggu Klinik Dokter Bana


Update: 5 Februari 2018

Halo semuanya! Sudah 9 tahun berlalu semenjak saya sakit pinggang. Jadi, apa yang terjadi nih, sembuh nggak?

Setelah kunjungan pertama saya ke sana, saya merasa optimis akan sembuh jika dilakukan secara rutin, baik itu terapi akupuntur dan juga senam punggung yang disarankan Dokter Bana. Soalnya hopeless gitu udah coba pijit dan terapi yang disinarin gitu tuh kayak gak mempan aja.

Selama tiga bulan  setiap minggu atau dua minggu sekali (lupa frekuensinya) saya rutin bolak-balik. Terus ya, bagian menariknya, gak cuma ditusuk jarum, di pertemuan selanjut-selanjutnya tuh jarumnya dialiri listrik! Hahaha, ini sih definisi beneran namanya merinding disko.

Alhamdulillah, berangsur-angsur sakitnya menghilang dan hari ini, saya masih rutin main softball!

20180204_211917

Kenapa postingan ini tiba-tiba di-update lagi? Soalnya kemarin gak sengaja lihat beliau lagi belanja di Riau Junction! Belanjaannya sehat-sehat banget loh! Ada minuman jahe merah, sayur-sayuran, saripati ayam, susu. Terus, saya inget deh postingan saya 9 tahun yang lalu ini.

Semoga sehat selalu, Dokter Bana.

Categories
Jaga Badan & Pikiran

Tetanus

Mengapa gw ngepost tentang tetanus?

Soalnya, hari minggu tanggal 17 Agustus 2008, gw ama danti juga Aa, mendiskusikan apa itu tetanus. Kata aa gara” ada luka terus kalo kena tai kuda bisa tetanus. Kata danti, gara” kalo ada luka terus kena besi yang berkarat baru bisa kena tetanus. Yang mana yang benar? Berikut adalah post yang gw ambil dari wikipedia, yang bahasa indonesia pastinya. Soalnya kalo yang bahasa inggris, kata”nya berat, gw belum ngerti ampe situ. Pusing pula nerjemahinnya.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penyakit tetanus merupakan salah satu infeksi yang berbahaya karena mempengaruhi sistem urat saraf dan otot. Kata tetanus diambil dari bahasa Yunani yaitu tetanos dari teinein yang berarti menegang. Penyakit ini adalah penyakit infeksi di mana spasme otot tonik dan hiperrefleksia menyebabkan trismus (lockjaw), spasme otot umum, melengkungnya punggung (opistotonus), spasme glotal, kejang dan spasme dan paralisis pernapasan.

Patogenesis dan Patofisiologi

Tetanus disebabkan neurotoksin (tetanospasmin) dari bakteri Gram positif anaerob, Clostridium tetani, dengan mula-mula 1 hingga 2 minggu setelah inokulasi bentuk spora ke dalam darah tubuh yang mengalami cedera (periode inkubasi). Penyakit ini merupakan 1 dari 4 penyakit penting yang manifestasi klinis utamanya adalah hasil dari pengaruh kekuatan eksotoksin (tetanus, gas ganggren, dipteri, botulisme).

Bakteri Clostridium tetani ini banyak ditemukan di tanah, kotoran manusia dan hewan peliharaan dan di daerah pertanian. Tempat masuknya kuman penyakit ini bisa berupa luka yang dalam yang berhubungan dengan kerusakan jaringan lokal, tertanamnya benda asing atau sepsis dengan kontaminasi tanah, lecet yang dangkal dan kecil atau luka geser yang terkontaminasi tanah, trauma pada jari tangan atau jari kaki yang berhubungan dengan patah tulang jari dan luka pada pembedahan.

Pengobatan
Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotik tetrasiklin dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut.

Obat lainnya bisa diberikan untuk menenangkan penderita, mengendalikan kejang dan mengendurkan otot-otot. Penderita biasanya dirawat di rumah sakit dan ditempatkan dalam ruangan yang tenang. Untuk infeksi menengah sampai berat, mungkin perlu dipasang ventilator untuk membantu pernafasan.

Makanan diberikan melalui infus atau selang nasogastrik. Untuk membuang kotoran, dipasang kateter. Penderita sebaiknya berbaring bergantian miring ke kiri atau ke kanan dan dipaksa untuk batuk guna mencegah terjadinya pneumonia.

Untuk mengurangi nyeri diberikan kodein. Obat lainnya bisa diberikan untuk mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung. Setelah sembuh, harus diberikan vaksinasi lengkap karena infeksi tetanus tidak memberikan kekebalan terhadap infeksi berikutnya.

Pencegahan

Mencegah tetanus melalui vaksinasi adalah jauh lebih baik daripada mengobatinya. Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Bagi yang sudah dewasa sebaiknya menerima booster

Pada seseorang yang memiliki luka, jika:

  1. Telah menerima booster tetanus dalam waktu 5 tahun terakhir, tidak perlu menjalani vaksinasi lebih lanjut
  2. Belum pernah menerima booster dalam waktu 5 tahun terakhir, segera diberikan vaksinasi
  3. Belum pernah menjalani vaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap, diberikan suntikan immunoglobulin tetanus dan suntikan pertama dari vaksinasi 3 bulanan.

Setiap luka (terutama luka tusukan yang dalam) harus dibersihkan secara seksama karena kotoran dan jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri Clostridium tetani.