Categories
Masa Belia

Saya ke Puskesmas

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hari ini pulang sekolahnya jam 12 lo. Tadi di sekolah cuma belajar Fisika, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Fisika diajar Pak Nandang, Bahasa Indonesia sama Pak Muharam sedangkan Matematika diajar oleh Pak Dindin. Seperti waktu kemarin-kemarin di kelas kami, Pak Dindin nampaknya lebih memperkaya ilmu beliau sendiri. Dan, saya baru tahu kalau beliau itu memiliki kesulitan yang sangat amat luar biasa saat menentukan bagian atas pada jaring-jaring bangun ruang. Wahaw. Beliau bilang kalau UN nanti lebih baik kalian membawa mistar, kertas berpetak dan gunting. Untuk apa? Untuk membuat jaring-jaring bangun ruang katanya. Agar lebih mudah. Saya kira tidak.

Sepulang sekolah dan seselesainya memfotokopi, saya dan Ica menuju ke Balai Kota. Mau ke Puskesmas. Sesampainya di sana, kita tertawa terbahak-bahak. Tapi boong. Di cek tingginya, 155 cm. Beratnya 47 kg. Tekanan darahnya 110/70, sama kayak Ica. Kok bisa yah? Emang bener sama atau asal meriksa hei? Oh iya nama dokternya itu Dr. Endary Nurhappy S. Setelah diperiksa bayarnya 5000 rupiah. Dan selesailah surat keterangan sehat kami yang bertujuan untuk mengikuti Tes RSBI SMAN 3 Bandung dan kami dinyatakan sehat dan tidak bercacat!

dsc04482

Categories
Berkelana Fakta

Saya Merasa Pusing Karena Kafein

Sore tadi, pulang sekolah, saya dan Ica menunggu waktunya les tiba. Kami mengunjungi Riau Junction. Untuk apa? Belajar tentunya. Minggu ini, kami para penghuni kelas 9 menghadapi yang namanya Uji Mantap II. Muak memang. Namun apa daya. Hasrat hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai, hasrat hati bicara busuk apa daya terlalu jijay.

Jadi, FoodLife lah tujuan kami. Setelah menemukan sofa yang nyaman, kami membanting tas di sofa itu dan berlari-lari menjemput ajal yang ada di pelupuk mata. Boong deng. Kami jalan ke de Lounge mau beli minum. So so an gitu deh. Saya membeli Cinnamon Caffe Latte, Ica beli Caffe Latte. Biasa, anak remaja suka mencoba hal hal yang baru. Sotoooy. Ah ngga lah, saya tak berniat dan tak ada maksud untuk menjadi anak yang sotoy. Say no to sotoy, say yes to sotoy ayam. Sip.

Sekembalinya ke meja tempat kami membanting sofa, eh tas, saya menemukan fakta yang menarik! Tas kami ada dua! Dan yang satunya berwarna abu motif hijau adalah milik saya! Oke.

Kami menulis catatan rumus-rumus fisika di buku catatan! Di buku catatan! Hei, aku menemukan petunjuk Blue! dsc04232Boong.
Di tengah-tengah saat kami asyik menulis, datanglah mas-mas FoodLife mengantarkan pesanan kami.

Saat dicoba, glek glek. Hooeeek pahit! Muntaaah, muntaaaaah.   Belom dikasi gula. Ditambahin gula deh. Glek glek. HMM! GA ENAK! Mending tadi pesen yang wajar-wajar aja deh kayak Iced Chocolate. Ica aja pake masukin gula satu setengah bungkus. Pake so so an minuman bussinessman ternyata bukan selera gue. Ga gue banget deh. Rasa minuman ini merasuk ke jiwa, membakar sukma, menggeledah seluruh asa di jiwa. Bola mata pun membalik seketika. Ya aku jadi gila! Boong.

Begitu selese menulis, dan karena waktu les sudah tiba, berpisahlah kami yang berbeda tujuan. Di Tridaya, saya belajar tentang banyak hal, kawan. Saya belajar bagaimana cara menulis angka dua dengan baik dan banar dan bagaimana cara menulis angka delapan tanpa putus. Boong. Ah, mengapa begitu banyak dusta pada tulisan yang saya tulis? Mungkin karena dusta adalah hal yang mendarah daging, bertulang ayam yang mencengkram bumi pertiwi. Boong.

Pas lagi belajar, kepala kayak diputer-puter lo! Serasa naik Rajawali Condor tapi Rajawalinya itu diiket ke wahana Tornado. Ngga deng, kayak kepalanya Tina Toon. Dan, sampai sekarang, saya masih merasakan jiwa Tina masih ada tertanam pada diri saya. Masih pusing maksudnya.