Filosofi Bola Ubi

Aku selalu ingat gigitan bola ubi pertamaku. Hangat, nikmat. Selang waktu berlalu, aku rindu. Tapi tak rela kalau harus bayar sepuluh ribu. Terlintas dalam pikiranku, bisa membuatnya sendiri sepertinya seru.

Selengkapnya »

Pagi dan Konsekuensi

Terbangun. Kurasa-rasa, dingin dari jempol kaki hingga ke ubun-ubun. Kuingat-ingat, laki-laki, perempuan, perempuan, perempuan, perempuan, dan lalu aku, di ujung ruangan. Oh, kusedang menginap bersama teman.

Selengkapnya »